Program Linier



ARTIKEL RISET OPERASI


Hasil gambar untuk gunadarma

VALDI WIDIATMAJA
17316494
2TA02


DOSEN:
DODDY ARI SURYANTO


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah yang Maha Pengasi lagi Maha Penyayang. Berkat limpahan karunia nikmat-Nya saya dapat menyelesaikan artikel ini. Penyusunan artikel ini dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Riset Operasi.

Dalam proses penyusunannya tak lepas dari bantuan, arahan dan masukan dari berbagai pihak. Untuk itu saya ucapkan banyak terima kasih atas segala partisipasinya dalam menyelesaikan artikel ini.

Meski demikian, penulis menyadari masih banyak sekali kekurangan dan kekeliruan di dalam penulisan artikel ini, baik dari segi tanda baca, tata bahasa maupun isi. Sehingga penulis secara terbuka menerima segala kritik dan saran positif dari pembaca.

Demikian apa yang dapat saya sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk masyarakat umumnya, dan untuk saya sendiri khususnya.



                                                                                       








                                                                                        Depok, 13 Maret 2018



                                                                                            Valdi Widiatmaja  

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR  …………………………………………………….
DAFTAR ISI  ………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN  …………………………………………………
A.    Latar belakang …………………………………………………..
B.     Identifikasi Masalah  ……………………………………………
C.     Rumusan Masalah ……………………………………………....
D.    Tujuan penulisan  ………………………………………………..
BAB II HIPOTESIS  ……………………………………………………….
A.    Kajian Pustaka …………………………………………………..
B.     Hipotesis …………………………………………………………
BAB III METODOLOGI  ………………………………………………....
A.    Metode dan Instrumen  …………………………………………..
B.     Cara Pelaksanaan  ………………………………………………..
C.     Contoh Soal dan Pembahasan .......................................................
KESIMPULAN  …………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA  ……………………………………………………...
           


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pada mulanya Riset Operasi tidak terlepas dari perang dunia ke II. karena terjadinya perang maka terjadi sebuah kebutuhan, iyalah bagaimana cara mengalokasikan sumber sumber daya yang sangat terbatas kepada berbagai elemen operasi militer dalam sebuah kegiatan secara efektif , Karena itulah pemimpin pemimpin perang meminta saran kepada ahli dalam bidang sains untuk melakukan pendekatan ilmiah untuk menghadapi permasalahan dan melakukan upaya pemecahannya secara strategis.
Riset operasi adalah penerapan metode-metode ilmiah terhadap masalah-masalah rumit yang muncul dalam pengarahan dan pengolahan dari suatu sistem besar manusia, mesin, bahan, dan uang dalam industri, bisnis, pemerintahan dan pertahanan. Pendekatan khusus ini bertujuan membentuk suatu model ilmiah dari sistem, menggabungkan ukuran-ukuran faktor faktor seperti kesempatan dan resiko, untuk meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dari beberapa keputusan, strategi atau pengawasan. Tujuannya adalah membantu pengambilan keputusan menentukan kebijakan dan tindakannya secara ilmiah.

B.     Identifikasi Masalah
Masalah yang teridentifikasi berdasarkan latar belakang di atas adalah sebagai berikut :
1.      Seberapa pentingkah Riset Operasi bagi kita?
2.      Di dalam Riset Operasi ada berapa tahapan yang di butuhkan?
3.      Apa itu program linier di dalam riset operasi?


C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, masalah yang ada di dalam artikel ini adalah sebagai berikut :
       “ Cara yang tepat untuk pemecahan masalah dengan program linier dalam Riset Operasi?”

D.    Tujuan Penulisan     
1.      Mengetahui bagaimana cara Riset Operasi diterapkan dalam kehidupan kita sehari hari
2.      Cara yang tepat untuk pemecahan masalah dengan program linier dalam Riset Operasi





BAB II
HIPOTESIS
A.    Kajian Pustaka
1.      Riset Operasi
      Riset Operasi adalah suatu penerapan metode-metode ilmiah didalam suatu masalah yang komplek dan merupakan suatu pengolahan sistem manajemen yang besar, baik itu menyangkut manusia, mesin, bahan serta uang dalam suatu indutri, bisnis, pemerintahan dan juga pertahanan.
      Pendekatan tersebut menggabungkan dan juga menerapkan metode ilmiah yang sangat komplek didalam pengolahan manajemen dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang terdapat dan digunakan dengan secara efisien serta efektif untuk dapat membantu pengambilan suatu keputusan dalam kebijakan suatu perusahaan.
     Pada mulanya Riset Operasi tidak terlepas dari perang dunia ke II. karena terjadinya perang maka terjadi sebuah kebutuhan, iyalah bagaimana cara mengalokasikan sumber sumber daya yang sangat terbatas kepada berbagai elemen operasi militer dalam sebuah kegiatan secara efektif , Karena itulah pemimpin pemimpin perang meminta saran kepada ahli dalam bidang sains untuk melakukan pendekatan ilmiah untuk menghadapi permasalahan dan melakukan upaya pemecahannya secara strategis.
2.      Program Linier
Program Linear adalah suatu cara untuk penyelesaian masalah dengan menggunakan persamaan atau pertidaksamaan linear yang mempunyai banyak penyelesaian, dengan memperhatikan syarat-syarat agar diperoleh hasil yang maksimum/minimum (penyelesaian optimum). Program Linear juga adalah suatu program untuk menyelesaikan permasalahn yang batas-batasannya berbentuk pertidaksamaan linear. Secara umum program linear terdiri dari dua bagian, yaitu fungsi kendala dan fungsi objektif. Fungsi kendala adalah batasan- batasan yang dipenuhi, sedangkan fungsi objektif adalah fungsi yang nilainya akan dioptimumkan (dimaksimumkan adan diminimumkan). Dalam program linear ini, batasan- batasan (kendala–kendala ) yang terdapat didalam masalah program linear diterjemahkan terlebih dahulu kedalam bentuk perumusan matematika.
A.    Hipotesis
Hipotesis didalam artikel ini dapat di tarik kesimpulan dengan teknik- teknik pemecahan masalah dalam riset operasi “Linier Programing”. Bahwa penyelesaian masalah dapat diselesaikan oleh teknik Linier Programing yaitu perencanaan aktivitas untuk memperoleh suatu hasil yang optimum, yaitu suatu hasil yang mencapai tujuan terbaik diantara seluruh alternatif yang fisibel.


     

                                                                                      
BAB III
METODOLOGI

A.    Metode dan instrument
            Metode-  metode yang digunakan dalam pengerjaan Riset Operasi adalah sebagai berikut:
1.      Metode Simpleks
Metode simpleks merupakan salah satu teknik penyelesaian dalam program linier yang digunakan  sebagai teknik pengambilan keputusan dalam permasalahan yang berhubungan dengan  pengalokasian sumberdaya secara optimal. Metode simpleks digunakan untuk mencari nilai optimal  dari program linier yang melibatkan banyak constraint (pembatas) dan banyak variabel (lebih dari dua variabel). Penemuan metode ini merupakan lompatan besar dalam riset operasi dan digunakan  sebagai prosedur penyelesaian dari setiap program computer.

Salah satu teknik penentuan solusi optimal yang digunakan dalam pemrograman linier adalah metode simpleks.  Penentuan solusi optimal menggunakan metode simpleks didasarkan pada teknik eleminasi Gauss Jordan. Penentuan solusi optimal dilakukan dengan memeriksa titik ekstrim satu per satu dengan cara perhitungan iteratif. Sehingga penentuan solusi optimal dengan simpleks dilakukan tahap demi tahap yang disebut dengan iterasi.

Dalam menggunakan metode simpleks untuk menyelesaikan masalah- masalah program linear, model program linear harus diubah ke dalam suatu bentuk umum yang dinamakan ”bentuk baku”. Ciri-ciri dari bentuk baku model program linear adalah semua kendala berupa persamaan dengan sisi kanan non negatif, fungsi tujuan dapat memaksimumkan atau meminimumkan.

2.      Metode Dualitas
          Meminjam pengertian dari buku Wayne Winston dualitas adalah “ Associated with any LP is another LP, called the dual.” Baik dari sudut pandang teori maupun praktik, teori dualitas merupakan salah satu konsep yang sangat penting dan menarik dalam linear programing(LP).
          Istilah dualitas menunjuk pada kenyataan bahwa setiap LP terdiri dari dua bentuk. Bentuk pertama atau bentuk asli dinamakan primal, sementara bentuk yang kedua yang berhubungan dinamakan dual demikian sehingga suatu solusi terhadap LP yang asli juga memberikan solusi pada bentuk dualnya. Jadi, jika suatu LP diselesaikan dengan metode simpleks, sesungguhnya diperoleh penyelesaian untuk dua masalah LP.

3.      Teori Jaringan Kerja (Network Planning)
          hubungan ketergantungan antara bagian-bagian pekerjaan (variabel) yang digambarkan / divisualisasikan dalam diagram network”. Dengan demikian diketahui bagian-bagian pekerjaan mana yang harus didahulukan, bila perlu dilembur (tambah biaya), pekerjaan mana yang menunggu selesainya pekerjaan yang lain, pekerjaan mana yang tidak perlu tergesa-gesa sehingga alat dan tenaga dapat digeser ke tempat lain demi efesiensi
Untuk membuatnya kita membutuhkan data-data yaitu Jenis pekerjaan yang dibuat detail rincian item pekerjaan, contohnya jika kita akan membuat network planning pondasi batu kali maka apabila dirinci ada pekerjaan galian tanah, pasangan pondasi batu kali kemudian urugan tanah kembali. Durasi waktu masing-masing pekerjaan, dapat ditentukan berdasarkan pengalaman atau menggunakan rumus analisa bangunan yang sudah ada. Jumlah total waktu pelaksanaan pekerjaan. Metode pelaksanaan konstruksi sehingga dapat diketahui urutan pekerjaan. Selain network planning kita kenal juga jenis jadwal lain yang digunakan dalam  melaksanakan proyek seperti kurva S, Bar chart, schedule harian mingguan bulanan dll.

4.      Metode Transportasi
Digunakan untuk menyelesaikan masalah pendistribusian barang dari beberapa tempat sumber ke beberapa tempat tujuan secara optimal (biaya distribusi minimal).

B.     Cara Pelaksanaan
Berikut adalah langkah- langkah yang digunakan dalam melakukan Riset Operasi:
1.      Definisi Masalah (Identifikasi Model)
Identifikasi perubah yang dipakai sebagai kriteria untuk pengambilan keputusan yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan. Kumpulkan data tentang kendala-kendala yang menjadi syarat ikatan terhadap perubah-perubah dalam fungsi tujuan sistem model yang dipelajari. Sebelum solusi terhadap suatu persoalan dipikirkan, pertama kali suatu definisi persoalan yang tepat harus dirumuskan. Sering dilaporkan oleh organisasi-organisasi bahwa kegagalan dalam penyelesaian masalah diakibatkan karena kesalahan mendefinisikan persoalan.


2.      Pembentukan Model
Memilih model yang cocok dan sesuai dengan permasalahannya. Merumuskan segala macam faktor yang terkait di dalam model yang bersangkutan secara simbolik ke dalam rumusan model matematika dan menentukan perubah-perubah beserta kaitan-kaitannya satu sama lainnya. Tetapkan fungsi tujuan beserta kendala-kendalanya dengan nilai-nilai dan perameter yang jelas.
Model merupakan ekspresi kuantitatif dari tujuan & batasan masalah dalam bentuk variabel keputusan. Jika model yang dihasilkan termasuk dalam salah satu model matematis yang umum (misalnya pemrograman linier), maka solusinya dapat dengan mudah diperoleh dengan program linier (menggunakan teknik-teknik matematis). Jika hubungan matematis model terlalu kompleks untuk memungkinkan pemecahan analitis, maka suatu model probabilita (model simulasi) mungkin lebih cocok.

3.      Mencari Penyelesaian Masalah
Pada tahap ini bermacam-macam teknik & metode solusi kuantitatif yang merupakan bagian utama dari OR memasuki proses. Penyelesaian masalah sesungguhnya merupakan aplikasi satu atau lebih teknik- teknik ini terhadap model.
Seringkali, solusi terhadap model berarti nilai-nilai variabel keputusan yang mengoptimumkan salah satu fungsi tujuan dengan nilai fungsi tujuan lain yang dapat diterima. Disamping solusi model, perlu juga mendapat informasi tambahan mengenai tingkah laku solusi yang disebabkan karena perubahan parameter sistem. Ini biasanya dinamakan sebagai Analisis Sensitivitas. Analisis ini terutama diperlukan jika parameter sistem tak dapat diduga secara tepat.

4.      Validasi Model
Analisis pengesahan model menyangkut penilaian terhadap model tersebut dengan cara mencocokannya dengan keadaan dan data yang nyata, juga dalam rangka menguji dan mengesahkan asumsi-asumsi yang membentuk model tersebut secara struktural (yaitu perubahnya, hubungan-hubungan fungisionalnya, dll).
Asumsi-asumsi yang digunakan dalam pembentukan model harus absah. Dengan kata lain, model harus diperiksa apakah ia mencerminkan berjalannya sistem yang diwakili. Suatu metode yang biasa digunakan untuk menguji validitas model adalah membandingkan performance-nya dengan data masa lalu yang tersedia.
Model dikatakan valid jika dengan kondisi input yang serupa, ia dapat menghasilkan kembali performance seperti masa lampau. Masalahnya adalah bahwa tak ada yang menjamin performance masa depan akan berlanjut meniru cerita lama.
5.      Melaksanakan Keputusan
Langkah ini sangat penting dikarenakan pelaksanaan keputusan memberikan bahwa permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik serta juga dapat memperbaiki kekurangan- kekurangan yang ada dengan menjalankan suatu keputusan sesuai apa yang sudah dibuat pembuat keputusan.

C.    Contoh Soal dan Pembahasan
1.      Daerah mana yang diarsir di bawah ini adalah daerah penyelesaian suatu sistem pertidaksamaan. Nilai maksimum fungsi objektif (3x + 5y) pada daerah penyelesaian tersebut?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjCuwh8VzsvSAlS7MY9UDPZgpSJ07lW4ufSbCnDhjHp-Kf31d3g1AU0GPUlh512RL3MD3RcSjBrlYb58iP74tpPLXjAYDgcoIe2Z_820QFEbvQL4DyTBVp_JC-Nh5o51AUi1J9eAPNP4E/s1600/a.png




Jawab
Perhatikan Gambar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV6bC5LTzc81kdq6RwDzwS4YYeJeS9rHYVNB5ZXvcribDqmIDIZjJUl-7-7ANRopuRNktzp2YnoVOJKeq2L-yNzkdWtttLm4X9CxigWo4IF1eIBVbOMqfZ25PKUS643FPxBCKlrgbDKFY/s1600/a.png
-    Persamaan garis p = 6x + 4y = 24 atau 3x + 2y = 12
-    Persamaan garis q = 4x + 6y = 24 atau 2x + 3y = 12
Titik potong garis p dan q adalah:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimkd0Di30Om9EUsmyedCjEr6lKstyumH2zDlyv6IsANR2o_fg7G18OB9d1PNCLmEtUIYUtJNuXk3Dy6okQcDlyUCAY3QBSiHs6hdRjo2TqQzomhAIeq_I12eMpAu2W3EBskOdKu8pbjDo/s1600/a.png

Subtitusikan y = 12/5 dalam 2x + 3y = 12:
2x + 3.12/5 = 12
2x = 12 – 36/5
2x = 60/5 – 36/5
2x = 24/5
x = 24/10 = 12/5 .... titik B (12/5, 12/5)
Nilai dari fungsi obyektif  3x + 5y adalah:
-    Titik A (0, 6)
      3x + 5y = 3.0 + 5. 6 = 30
-    Titik B (12/5, 12/5)
      3x + 5y = 3.12/5 + 5.12/5 = 36/5 + 60/5 = 96/5 = 19,2
-    Titik C (6, 0)
      3x + 5y = 3.6 + 5.0 = 18




KESIMPULAN

Riset operasi adalah penerapan metode-metode ilmiah terhadap masalah-masalah rumit yang muncul dalam pengarahan dan pengolahan dari suatu sistem besar manusia, mesin, bahan, dan uang dalam industri, bisnis, pemerintahan dan pertahanan. Jadi berdasarkan survey dan artikel di atas bahwa Riset Operasi sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan kita sehari- hari, karena Riset Operasi akan sengat berguna sekarang dan untuk masa depan, oleh karena itu kita sebaiknya mempelajari Riset Operasi. Dan untuk pemecahan Program Linier dalam Riset Operasi bisa menggunakan metode metode seperti artikel di atas yaitu definisi masalah, pembentukan model, mencari penyelesaian masalah, validasi model, dan melaksanakan keputusan.









DAFTAR PUSTAKA





Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS 2 ETIKA PROFESI & KOMUNIKASI TENTANG OBSERVASI TAMAN DI KOTA DEPOK (KEL.3)

SISTEMATIKA PENULISAN

SEPUTAR JEMBATAN