Analisis Penulisan Jurnal


JURNAL 1

STUDI POTENSI PENUMPANG PADA RENCANA PEMBANGUNAN BANDAR UDARA DI TULUNGAGUNG
Nuur Annisa Firdausy, Rahmasari Khairunnisa, Ir. Ludfi Djakfar, MSCE, Ph.D, dan Rahayu K., ST., MT., M.Sc.

1.1              Penentuan Judul
Dalam jurnal yang di bahas ini penulis memberikan judul “Studi Potensi Penumpang Pada Rencana Pembangunan Bandar Udara Di Tulung Agung”. Penulis menenentukan judul ini karena potensi rencana pembangunan bandar udara di tulung agung sangat amat penting dibahas. Pertumbuhan pembangunan ini bisa jadi akan mempercepat perekonomian masyarakat di wilayah selatan Pulau Jawa yang selama ini terisolasi dari ruang udara. Dalam merencanakan pembangunan bandar udara diperlukan suatu studi mengenai potensi pengguna jasa penerbangan komersial yang berasal atau menuju Tulungagung dan Kota sekitarnya.

1.2              Abstak
Berdasarkan absrak yang telah saya baca, dapat disimpulkan bahwa Di wilayah Tulungagung sedang dibicarakan tentang rencana pembangunan bandar udara di kawasan tersebut. Berdasarkan studi yang dilakukan kepada 400 responden, diketahui bahwa responden dengan tujuan Jakarta didominasi laki-laki dengan tingkat pendidikan sarjana dan pekerjaan sebagai karyawan/swasta dengan penghasilan >10 juta perbulannya. Maksud perjalan didominasi nonpekerjaan atau untuk mengunjungi keluarga dan sebanyak 97,25% mengatakan setuju bila rencana pembangunan bandara tersebut direalisasikan.

1.3              Latar Belakang
Berdasarkan latar belakang yang telah saya baca, dapat disimpulkan bahwa Pembangunan Bandar Udara di kawasan Tulungagung ini bisa jadi akan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah selatan Pulau Jawa yang selama ini terisolasi dari ruang udara. Dalam merencanakan pembangunan bandar udara diperlukan suatu studi mengenai potensi pengguna jasa penerbangan komersial yang berasal atau menuju Tulungagung dan Kota sekitarnya Studi potensi penumpang ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik umum dan karakteristik perjalanan calon pengguna jasa pesawat terbang, serta memprediksi jumlah potensi penumpang yang akan beralih berpindah moda menggunakan pesawat terbang, menentukan rute perjalanan yang akan terlayani dan kisaran tarif perjalanan sesuai dengan rute yang dapat terlayani.


1.4              Metode Pengumpulan Data
Tahap tahap yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data yaitu dengan cara menganalisis potensi penumpang pesawat terbang dimana analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pelaku perjalanan yang menggunakan kereta api dan travel yang nantinya diperkirakan akan berpindah moda menggunakan pesawat terbang apabila Bandar Udara di Tulungagung telah dioperasikan. Menentukan model matematis persamaan utilitas menggunakan program software SPSS, untuk membentuk persamaan regresi. Variabel yang digunakan yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel terikat (Dependent Variable) yang digunakan yaitu berupa skala pilihan 1-5 yang di dapatkan dari survei responden yang ditransformasikan ke dalam bentuk probabilitas (Berkson-Theil Transformation). Penentuan Pendekatan Rute dan Tarif Pesawat Terbang. Rute penerbangan adalah rute baru yang akan dibuka di Bandar Udara Tulungagung.

1.5              Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan yang dilakukan penulis yaitu semakin besar selisih biaya perjalanan antara pesawat terbang dengan kereta api, maka semakin menurun probabilitas penumpang yang akan menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Sedangkan akan meningkatnya probabilitas penumpang yang akan menggunakan moda transportasi kereta api dan semakin besar selisih biaya perjalanan antara pesawat terbang dengan travel, maka semakin menurun probabilitas penumpang yang akan menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Sedangkan akan meningkatnya probabilitas penumpang yang akan menggunakan moda transportasi travel.



JURNAL 2
           
ANALISIS PERENCANAAN TRASE JALAN TOL GEMPOL MOJOKERTO
Riztya Justitia, Luthfi Farhan M., Ludfi Djakfar, Hendi Bowoputro Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167 Malang, 65145, Jawa Timur – Indonesia

1.1              Penentuan Judul
Dalam jurnal yang di bahas ini penulis memberikan judul “ANALISIS PERENCANAAN TRASE JALAN TOL GEMPOL MOJOKERTO”. Penulis menentukan judul ini karena Pembangunan Tol Gempol – Mojokerto sebagai bagian dari jaringan tol trans jawa diharapkan menjadi solusi pemecah kemacetan pada jalan eksisting Gempol – Mojokerto.



1.2              Abstrak
Berdasarkan absrak yang telah saya baca, dapat disimpulkan bahwa Pembangunan Tol Gempol – Mojokerto sebagai bagian dari jaringan tol trans jawa diharapkan menjadi solusi pemecah kemacetan pada jalan eksisting Gempol – Mojokerto. Untuk mendapatkan pelayanan jalan tol yang optimal salah satu perencanaan penting adalah penentuan trase dan perencanaan perkerasannya.

1.3              Latar Belakang
Berdasarkan latar belakang yang telah saya baca, dapat disimpulkan bahwa daerah Gempol dan Mojokerto ini merupakan daerah industri yang cukup berpotensi di Jawa Timur. Pembangunan jalan tol ini hendaknya mengutamakan aspek kenyamanan, keamanan bagi pengguna tol, dan diharapkan juga dapat mengurangi waktu tempuh perjalanan pengendara. Sehingga diperlukan pemilihan trase yang efisien dan perencanaan perkerasan jalan tol Gempol– Mojokerto.

1.4              Metode Pengumpulan Data
Tahap tahap yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data yaitu dengan cara melakukan survei kondisi lapangan setiap alternatif trase yang telah direncanakan, kuisioner terhadap stakeholder yang bersangkutan pada perencanaan pembangunan jalan tol Gempol– Mojokerto, serta data LHR jalan eksisting Gempol-Mojokerto yang didapat dari hasil penelitian terdahulu. Digunakan metode Analytical Hierarchy Process dalam penentuan faktor yang digunakan sebagai penentuan alternatif trase yang efisien. Hasil survei kondisi lapangan berupa skoring disesuaikan dengan hasil bobot kriteria dengan metode AHP. Dari keseluruhan hasil penelitian, alternatif trase yang terpilih adalah alternatif trase nomor 2 dengan nilai skoring tertinggi. Direncanakan dengan tebal perkerasan kaku sebesar 24 cm berdasarkan pedoman PdT-14-2003.

1.5              Hasil Pengamatan
Pada 3 alternatif trase direncanakan pada pintu tol Gempol melalui jalan arteri Porong, dikarenakan jalan arteri Porong memiliki aksesibilitas yang mudah untuk dilalui dan dekat dengan kawasan industri. Alternatif 1 direncanakan dibagian utara jalan eksisting, alternatif trase 1 ini direncanakan sejajar dengan sungai Porong. Dari pintu tol Gempol sampai KM 7 alternatif trase 1 direncanakan sama dengan alternatif 2 dan 3. Selanjutnya, alternatif 2 direncanakan melalui point yang sama dengan alternatif 3 sampai pada KM 17. Pada pintu tol Mojokerto, alternatif trase 1 direncanakan lebih dekat dengan akses menuju Kota Mojokerto. Untuk alternatif trase 2 dan 3 direncanakan pada perbatasan kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten jombang, dan terkoneksi dengan Tol MojokertoKertosono yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.




JURNAL 3

MODEL PREDIKSI KECELAKAAN YANG MELIBATKAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KOTA SURABAYA
Adella Dwi Naura Zahiya, Miftha Adhyanti., Dr. Ir. M. Zainul Arifin, MT., Imma Widyawati Agustin, ST., MT., Ph.D.

1.1              Penentuan Judul
Dalam jurnal yang di bahas ini penulis memberikan judul “MODEL PREDIKSI KECELAKAAN YANG MELIBATKAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KOTA SURABAYA”. Penulis menentukan judul ini karena Sepeda motor kini menjadi moda transportasi yang kian digemari masyarakat Indonesia karena dianggap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dari aspek harga, kemampuan bermanuver, dan efisiensi biaya. Namun pertumbuhan sepeda motor diringi dengan pertumbuhan jumlah kecelakaan lalu lintas.

1.2              Abstrak
Berdasarkan absrak yang telah saya baca, dapat disimpulkan bahwa, di Kota Surabaya pengendara sepeda motor yang sering terlibat kecelakaan berjenis kelamin laki-laki dan berusia pada rentang 15-25 tahun. Untuk karakteristik geometrik di Kota Surabaya adalah lebar lajur: 7.4 – 28.0, jumlah lajur: 2 – 6, lebar bahu: 0 – 3 m, kecepatan: 19,55 – 55,88 km/jam, volume kendaraan: 1845,83 smp/jam-12594,03 smp/jam. Model prediksi kecelakaan sepeda motor di beberapa ruas Kota Surabaya.

1.3              Latar Belakang
Berdasarkan latar belakang yang telah saya baca, dapat disimpulkan bahwa jumlah kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor pada tahun 2014 sebesar 721 kejadian. Untuk tahun 2015 jumlah kecelakaan meningkat yakni sebesar 929 kejadian. Sedangkan pada tahun 2016 sebesar 1325 kejadian, sekaligus menjadi angka kecelakaan tertinggi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Untuk tahun 2017 pada bulan JanuariFebruari terdata sekitar 240 kejadian kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor.

1.4              Metode Pengumpulan Data
Tahap tahap yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data yaitu dengan cara melakukan survei volume lalu lintas dan didapatkan Variabel Penelitian, Uji Kesesuaian Distribusi, Deteksi Data Outlier, Uji Korelasi, Uji Univariat, Uji Multivariat dan Model Prediksi

1.5              Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan yang dilakukan penulis yaitu di Kota Surabaya pengendara sepeda motor yang sering terlibat kecelakaan berjenis kelamin laki-laki dan berusia pada rentang 15-25 tahun. Untuk karakteristik geometrik di Kota Surabaya adalah lebar lajur: 7.4 – 28.0, jumlah lajur: 2 – 6, lebar bahu: 0 – 3 m, kecepatan: 19,55 – 55,88 km/jam, volume kendaraan: 1845,83 smp/jam-12594,03 smp/jam. Model prediksi kecelakaan sepeda motor di beberapa ruas Kota Surabaya.



JURNAL 4

OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PROYEK TOL PANDAANMALANG
Annisa Citra La Shinta, Harimurti, M. Hamzah Hasyim

1.1              Penentuan Judul
Dalam jurnal yang di bahas ini penulis memberikan judul ” OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PROYEK TOL PANDAANMALANG”. Penulis menentukan judul ini karena Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan proyek yang digunakan untuk memperlancar transportasi di Pulau Jawa. Keberadaan Jalan Tol ini sangat penting untuk kelancaran arus lalu lintas dan bermanfaat untuk memperlancar perekonomian, khususnya kota Surabaya dan Malang.

1.2              Abstrak
Berdasarkan absrak yang telah saya baca dapat disimpulkan bahwa, Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan proyek yang digunakan untuk memperlancar transportasi di Pulau Jawa khususnya kota Surabaya dan Malang. Pada proyek ini membutuhkan alat yang dapat membantu dalam pengerjaan pembangunan. Pada pembangunan jalan tol ini, alat berat merupakan solusi. Alat berat yang digunakan yaitu excavator dalam pekerjaan galian material tanah di lokasi quary dan dumptruck dalam pekerjaan pengangkutan material tanah.

1.3              Latar Belakang
Berdasarkan latar belakang yang telah saya baca, dapat disimpulkan bahwa Optimalisasi kombinasi penggunaan excavator dan dumptruck dari segi waktu dan biaya. Agar penggunaan alat berat dapat optimal, maka perlu mempertimbangkan kapasitas alat, fungsi alat dan jenis alat berat. Pada penggunaan alat berat, kapasitas alat dan banyaknya alat akan mempengaruhi waktu pengerjaan dan biaya sewa. Biaya yang dihasilkan akan besar dan waktu pengerjaan akan lama jika dalam pemilihan penggunaan alat tidak sesuai. Sehingga, dalam melakukan pemilihan alat berat harus cermat agar penggunaan alat berat dapat optimal yaitu agar didapatkan penggunaan alat berat yang optimal dengan waktu yang cepat dan biaya yang minimal.

1.4       Metode Pengumpulan Data
Tahap tahap yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data yaitu dengan cara melakukan perhitungan waktu siklus, produktivitas pada tiap kombinasi excavator dan dumptruck yang ada di lapangan maupun teoritis, perhitungan jumlah alat yang akan digunakan, penjadwalan pekerjaan dalam menyelesaikan pekerjaan dan perhitungan biaya sewa alat berat. Dari analisa tersebut kemudian dipilih kombinasi excavator dan dumptruck yang paling optimal yang dapat digunakan di lapangan.

1.4              Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan yang dilakukan penulis yaitu, Produktivitas kombinasi excavator dan dumptruck alat berat yang ada di lapangan yaitu 127,400 m³/jam. Sedangkan produktivitas dihitung menggunakan teoritis pada kombinasi excavator dan dumptruck 1 sampai kombinasi 3 mempunyai produktivitas 307,800 m³/jam. Sedangkan kombinasi excavator dan dumptruck 4 sampai 6 mempunyai produktivitas 283,500 m³/jam. Produktivitas kombinasi excavator dan dumptruck 7 sampai 9 yaitu 264,600 m³/jam.. Sedangkan produktivitas alternatif 1 sebesar 283,500 m³/jam dan alternatif 2 sebesar 264,600 m³/jam.



JURNAL 5

PENGARUH RENDAMAN AIR LAUT TERHADAP KAPASITAS LENTUR BALOK DENGAN PERKUATAN GFRP AKIBAT BEBAN FATIK
WILLIAM
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2014
               
1.1              Penentuan Judul
Dalam jurnal yang di bahas ini penulis memberikan judul, “PENGARUH RENDAMAN AIR LAUT TERHADAP KAPASITAS LENTUR BALOK DENGAN PERKUATAN GFRP AKIBAT BEBAN FATIK”. Penulis menentukan judul ini karena Perkuatan struktur dengan GFRP merupakan salah satu inovasi yang berkembang pada dunia konstruksi saat ini. Penggunaan material ini cukup luas terutama pada struktur yang telah mengalami penurunan kapasitas akibat umur,pengaruh lingkungan, ataupun pembebanan secara terus-menerus.

1.2              Abstrak
Berdasarkan absrak yang telah saya baca dapat disimpulkan bahwa, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku lentur balok dengan perkuatan GFRP akibat pengaruh rendaman air laut. Pengujian dilakukan dengan pembebanan fatik dimana benda uji dibebani secara terus-menerus hingga mengalami kegagalan. Benda uji berupa balok beton bertulang dengan ukuran 15 cm x 20 cm x 330 cm sebanyak 4 buah. Masing-masing benda uji diberi perlakuan yang berbeda-beda,1 balok tanpa perkuatan GFRP,1 balok dengan perkuatan GFRP tanpa perendaman,1 balok dengan perkuatan GFRP dengan waktu rendaman 1 bulan dan 1 balok dengan perkuatan GFRP dengan waktu rendaman 6 bulan.Hasil pengujian menunjukkan bahwa persentase selisih momen kapasitas yang terjadi pada balok dengan rendaman 1 bulan dan 6 bulan sebesar 11.53%.

1.3              Latar Belakang
Berdasarkan latar belakang yang telah saya baca, dapat disimpulkan bahwa Dewasa ini dunia konstruksi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Salah satu inovasi yang berkembang adalah perkuatan sturktur. Perkuatan struktur merupakan hal mendasar yang diperlukan bagi struktur yang mulai menunjukkan penurunan kapasitas ataupun mengalami kerusakan akibat umur, pengaruh lingkungan, perubahan pembebanan,kelemahan dalam perawatan, kejadian alam seperti gempa bumi dan berbagai pengaruh lainnya.

1.4              Metode Pengumpulan Data
Tahap tahap yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data yaitu dengan cara studi pengaruh rendaman air laut terhadap kapasits lentur balok dengan perkuatan GFRP akibat beban fatik.


1.5              Hasil Pengamatan
Pemberian beban fatik pada balok beton bertulang menyebapkan terjadinya penurunan kapasitas lentur,hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai regangan beton,regangan baja,regangan GFRP dan lendutan seiring dengan penambahan jumlah siklus pembebanan. Rendaman air laut menyebabkan terjadinya penurunan kapasitas lentur balok,hal ini dapat dilihat dari menurunnya momen kapasitas yang terjadi pada balok dengan waktu rendaman yang lebih lama. Untuk balok dengan rendaman 1 bulan Mu sebesar 28.7952 kNm ,sedangkan balok dengan rendaman 6 bulan Mu sebesar 25.4724 kNm.Terjadi penurunan momen kapasitas sebesar 3.3228 kNm atau 11.53%. Perkuatan balok dengan GFRP menunjukkan peningkatan kapasitas balok,terbukti dengan kemampuan balok menerima pembebanan berulang hingga siklus yang lebih besar.Balok dengan perkuatan GFRP memiliki kemampuan menerima pembebanan fatik hingga siklus 1.200.0000,sedangkan balok tanpa perkuatan GFRP hanya dapat bertahan hingga siklus 600.000




Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS 2 ETIKA PROFESI & KOMUNIKASI TENTANG OBSERVASI TAMAN DI KOTA DEPOK (KEL.3)

SISTEMATIKA PENULISAN

SEPUTAR JEMBATAN