Forensik Dan Penilaian Bangunan Pada Struktur Gedung



Universitas Gunadarma - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Valdi Widiatmaja
4TA02
17316494









JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan anugrah dari-Nya kami dapat menyelesaikan Tugas tentang “Forensik dan Penilaian Bangunan” ini. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita semua jalan yang lurus berupa ajaran agama islam yang sempurna dan menjadi anugrah terbesar bagi seluruh alam semesta.
Penulis sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan tugas yang menjadi tugas dengan judul “Forensik dan Penilaian Bangunan”. Disamping itu, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kamu selama pembuatan tugas ini berlangsung sehingga dapat terealisasikanlah tugas ini.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami mengharapkan kritik dan saran terhadap tugas ini agar kedepannya dapat kami perbaiki. Karena kami sadar, tugas yang kami buat ini masih banyak terdapat kekurangannya.










Depok, 26 Maret 2020

Valdi Widiatmaja
BAB 1

 


1.1          DEFINISI PENILAIAN DAN FORENSIK BANGUNAN
Forensik Bangunan didefinisikan sebagai investigasi engineering dan cara untuk menentukan penyebab dari kerusakan (kegagalan) struktur pada bangunan, jembatan dan fasilitas konstruksi lainnya seperti dalam menyumbangkan opini dan memberikan kesaksian dalam pengadilan yang merupakan praktek lapangan secara profesional.

1.2               TUJUAN DILAKSANAKAN FORENSIK BANGUNAN
Tujuan bidang ilmu Forensic ini adalah untuk membuka wawasan pemerintah, masyarakat, praktisi dalam bidang asuransi, lembaga pengambil keputusan dalam permasalahan yang terjadi berdasarkan teknik Forensic.
1.         Terciptanya Bangunan Gedung Yang Berkualitas Sesuai Fungsinya Dan Aman Bagi Penghuninya.
2.         Untuk melakukan pemeriksaan/persyaratan keandalan bangunan gedung untuk  selanjutnya dapat ditindak lanjuti oleh pemilik/pengelola gedung,   untuk melakukan upaya perbaikan guna terpenuhinya kelaikan fungsi             bangunan gedung secara menyeluruh

1.3               DASAR UNTUK PENILAIAN BANGUNAN
Dasar-dasar yang mendukung dilakukanya forensic bangunan :
·         Peraturan Teknis
1.       Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 29/PRT/M/2006 tentang PedomanPersyaratan Teknis Bangunan Gedung
2.       Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor:11/KPTS/2000 Tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan KebakaranDi Perkotaan (disingkat KepMeneg PU No. 11/KPTS/2000).
3.       Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor:10/KPTS/2000 Tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap BahayaKebakaran Pada Bangunan Gedung Dan Lingkungan (disingkat KepMeneg PU No.10/KPTS/2000).
4.       PerMen PU No 25/PRT/M/2007 tentang Pedoman Sertifikasi Laik Fungsi Bangunan Gedung
5.       PerMen PU No 24/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan
6.       PerMen PU No 26/PRT/M/2007 tentang Pedoman Tim Ahli Bangunan Gedung
7.       Keputusan Direktur Jenderal Perumahan Dan Permukiman Departemen Pemukiman Dan Prasarana Wilayah Nomor: 58/KPTS/DM/2002 Tentang Petunjuk Teknis
8.       Rencana Tindakan Darurat Kebakaran Pada Bangunan Gedung (disingkat KepDirJen Kimpraswil No. 58/KPTS/DM/2002).
9.       PerMen PU No 24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung
10.    PerMen PU No 25/PRT/M/2008 tentang Pedoman Teknis Penyusunan RISPK di Perkotaan
11.    PerMen PU No 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan
12.    PerMen PU No 16/PRT/M/2010 tentang Pedoman Teknis Pemeriksaan Berkala Bangunan Gedung

·         Undang Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dalam Pasal 3 : “Untuk mewujudkan bangunan gedung yang fungsional dan sesuai dengan tata bangunan gedung yang serasi dan selaras dengan lingkungannya, harus menjamin keandalan bangunan gedung dari segi berturut-turut:
·      Keselamatan.
·      Kesehatan
·      Kenyamanan
·      Kemudahan



1.4               TAHAP TAHAP DALAM MELAKUKAN PENILAIAN BANGUNAN
Tahapan yang digunakan dalam Forensik dan Penilaian Bangunan terdiri dari beberapa tahapan pendekatan umum dalam pelaksanaannya, adalah sebagai berikut :
1.                   Pemantauan dan koleksi data: Pada tahap ini termasuk: pembacaan meter untuk penggunaan energi dan air, data kinerja lingkungan (temperatur, kelembaban relatif, tingkat suara, tingkat polusi, kecepatan aliran udara), umpan balik kenyamanan penghuni dari kelompok pengguna bangunan yang berbeda, umpan balik pengelolaan dan desain, pengecekan lokasi dan investigasi.
2.                   Persiapan penelusuran bangunan: Penelusuran merupakan sebuah peluang untuk melihat bangunan yang sedang digunakan oleh penghuni.
3.                  Memahami bangunan yang akan dievaluasi: Memahami desain awal bangunan dan spesifikasi teknik kinerja untuk sistem bangunan, termasuk pengarahan dari tim fasilitasi.
4.                   Pengembangan strategi Evaluasi Kinerja Bangunan: Menggunakan hasil dari tahap satu dan dua tersebut diatas untuk membantu uraian strategi spesifikasi bangunan, termasuk evaluasi yang dilakukan dan kebutuhan masukan data.


















BAB 2
Permasalahan Bangunan

2.1          Pendahuluan
Bangunan Tinggi adalah istilah untuk menyebut suatu bangunan yang memiliki struktur tinggi. Penambahan ketinggian bangunan dilakukan untuk menambahkan fungsi dari bangunan tersebut. Contohnya bangunan apartemen tinggi atau perkantoran tinggi. Bangunan tinggi menjadi ideal dihuni oleh manusia sejak penemuan elevator (lift) dan bahan bangunan yang lebih kuat.
Sejatinya penambahan ketinggian sebuah bangunan dilakukan untuk memperluas ruang fungsi dari bangunan tersebut. Beberapa tipologi bangunan tinggi diantaranya adalah bangunan apartemen dan perkantoran. Hal ini karena dengan penambahan jumlah lantai maka akan mengurangi luas bijak bangunan tersebut sehingga lebih sedikit memakan lahan.
Bangunan tinggi akan ideal ditinggali jika ada lift atau elevator dan tentunya didukung oleh struktur bangunan yang kuat dan tahan lama.Tanpa adanya live otomatis ini maka akan sangat melelahkan bagi penghuni untuk naik ke lantai yang paling tinggi.

2.2          Metode evaluasi forensik bangunan
Metode untuk mengevaluasi bangunan dilakukan pengamatan langsung di lapangan yaitu sebagai berikut:
1. Pencatatan jenis kerusakan kolom.
2. Pencatatan jenis kerusakan Balok.
3. Pencatatan jenis kerusakan pelat lantai.
4. Pengukuran Volume kerusakan.
Data sekunder adalah sebagai Berikut:
1. Penyebab Kerusakan komponen bangunan
2. Gambar bangunan
3. Mutu beton
Pengambilan data menggunakan purposive random sampling, sehingga tidak semua obyek diambil datanya, akan tetapi obyek yang diambil adalah disesuaikan dengan tujuan penelitian dan diupanyakan mewakili kondisi sebenarnya.


                                   Gedung Ambruk di Slipi, Begini Cara Cegah Pelapukan Bangunan ...
Gambar 2.1 Runtuhnya gedung

2.3       Hasil Pengamatan Dan pembahasan
            Runtuhnya gedung biasa disebabkan oleh beberapa hal yang menyebabkan runtuhnya gedung tersebut:
·      Desain Gedung
Desain gedung bisa menjadi penyebab gedung runtuh. Selain karena kekeliruan perhitungan, desain yang keliru juga disebabkan oleh kesalahan perhitungan beban yang akan ditahan gedung.
·      Konstruksi Gedung
Konstruksi atau pembangunan gedung juga bisa mengalami kekeliruan. Misalnya penggunaan material atau pemasangan yang kurang tepat. Desain kolom, balok, atau bisa juga dikarenakan salahnya perhitungan saat proses perencanaan.


·      Fondasi
Bangunan rubuh juga bisa disebabkan oleh kondisi fondasi atau tempat bangunan didirikan. Menara Pisa misalnya, miring karena ada bagian tanah yang lunak dan menenggelamkan sebagian sisi menara.

2.4       Kesimpulan
            Berdasarkan pembahasan di atas bangunan runtuh dikarenakan desain gedung, konstruksi gedung, atau bermasalah pada fondasi biasanya. Jadi sebaiknya dalam merencanakan suatu konstruksi gedung atau apapun itu kita harus benar benar teliti dalam merencanakannya agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Daftar Pustaka

Komentar